
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT NASABAH MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INTERNET BANKING DI KOTA SEMARANG
I. Latar Belakang Masalah
Perusahaan perbankan kini semakin kompetitif dalam upaya menarik pelanggan dan berusaha menjadikan pelanggan jangka panjang dengan berbagai cara dilakukan untuk mempertahankan, mengembangkan dan memenangkan persaingan. Dalam upaya menghadapi persaingan, bank selain berusaha memperbaiki fungsi bank seperti menyimpan uang, memberikan pinjaman dana kepada nasabah, bank juga harus berupaya untuk memberikan banyak pilihan dana kepada para nasabah, seperti tabungan, giro, dan deposito.
Dalam era globalisasi ini, upaya yang dilakukan dalam persaingan perbankan dilakukan dengan berbagai usaha dilakukan oleh bank-bank untuk bersaing di dunia perbankan, diantaranya dengan meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah, memberikan suku bunga yang menarik, menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan, sehingga tidak hanya berkembang di dalam negeri saja tetapi juga di luar negeri. Persaingan di bisnis perbankan akan semakin ketat dengan masuknya bank-bank asing dalam memperebutkan nasabah. Dalam menghadapi hal tersebut tidak ada cara lain bagi perbankan nasional untuk meningkatkan pelayanannya untuk memuaskan para nasabah.
Dengan adanya kelemahan-kelemahan dalam internet banking, maka bank harus mengembangkan hubungan yang saling mempercayai antara bank dengan konsumennya, dengan tujuan untuk mempromosikan transaksi-transaksi yang menggunakan internet dan meningkatkan loyalitas konsumen terhadap bank (Mukherjee dan Nath 2003). Internet banking memberikan keuntungan bagi nasabah maupun bank. Bagi nasabah, internet banking menawarkan kemudahan dan kecepatan dalam melakukan transaksi perbankan. Keuntungan dari menyediakan layanan internet banking bagi bank adalah internet banking bisa menjadi solusi murah pengembangan infrastruktur dibanding membuka outlet ATM, contohnya klikbca saat ini telah menggantikan fungsi 160 ATM dan menghemat biaya pencetakan formulir yang harus diisi nasabah untuk bertransaksi, brosur, katalog, dan menggantinya dengan data elektronik (Sutadi 2001). Tetapi internet banking juga membuka peluang timbulnya kejahatan menggunakan internet banking. Masalah keamanan dan kerahasiaan data-data pribadi maupun keuangan dalam internet banking seringkali dipertanyakan oleh nasabah sebelum mereka memutuskan untuk menggunakan internet banking. Internet banking yang mampu meyakinkan nasabahnya akan keamanan dan kerahasiaan data-data nasabah akan memperoleh kepercayaan dari nasabah. Untuk membangun hubungan jangka panjang dengan nasabahnya maka bank harus selalu berkomunikasi dengan nasabahnya sehingga nasabah merasa aman dan percaya terhadap bank tersebut karena nasabah dapat dengan mudah memperoleh informasi yang mereka inginkan dari bank tersebut. Pada tahap dimana suatu web site dapat mempertinggi komunikasi sosialnya yang meliputi openness, speed of response dan quality of information akan mempengaruhi kemampuan situs tersebut untuk memenuhi kebutuhan pengguna internet (Mukherjee dan Nath 2003).
Perkembangan teknologi informasi, telekomunikasi, dan internet menyebabkan mulai munculnya aplikasi bisnis yang berbasis internet. Salah satu aplikasi yang mulai mendapat perhatian adalah internet banking. Internet banking adalah salah satu pelayanan jasa bank yang memungkinkan nasabah untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi dan melakukan transaksi perbankan melalui jaringan internet, dan bukan merupakan bank yang hanya menyelenggarakan layanan perbankan melalui internet (Tampubolon 2004). Internet banking membuka paradigma baru, struktur baru dan strategi yang baru bagi retail bank, dimana bank menghadapi kesempatan dan tantangan yang baru (Mukherjee dan Nath 2003). Perkembangan internet banking membutuhkan suatu pengenalan nilai-nilai konsumen untuk membangun hubungan jangka panjang antara organisasi dengan konsumen di Electronic-era (Shergill dan Li 2005). Dalam transaksi ekonomi terdapat interaksi antara penjual dengan pembeli untuk memperkuat hubungan jangka panjang antara penjual dan pembeli begitu juga dalam transaksi internet banking, pihak bank berusaha untuk membangun dan menjaga hubungan atau ikatan jangka panjang dengan nasabahnya. Dalam internet banking, adanya pemisahan secara fisik antara bank dengan konsumennya dan tidak adanya interaksi secara fisik antara konsumen dengan karyawan bank dalam internet banking menyebabkan situasi yang unik, sehingga kepercayaan dari konsumen adalah yang terpenting bagi bank (Mukherjee dan Nath 2003).
Technology Acceptance Model (TAM) dikembangkan oleh Davis pada tahun 1989, sebagai model penerimaan pengguna pada suatu system informasi. Sesuai dengan TAM, penggunaan system (actual system usage) paling dipengaruhi oleh minat untuk menggunakan (behavioral intentions toward usage). Behavioral intentions toward usage dipengaruhi oleh dua kepercayaan, yaitu persepsi pengguna terhadap manfaat (perceived usefulness) dan persepsi pengguna terhadap kemudahan (perceived ease of use). Perceived usefulness diartikan sebagai tingkat dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tertentu dapat meningkatkan kinerjanya, dan perceive ease of use diartikan sebagai tingkat dimana seseorang percaya bahwa menggunakan sistem tidak diperlukan usaha apapun (free of effort). Perceive ease of use juga berpengaruh pada perceived usefulness yang dapat diartikan bahwa jika seseorang merasa sistem tersebut mudah digunakan maka sistem tersebut berguna bagi mereka.
Penelitian ini akan mengulang kembali dari penelitian yang dilakukan oleh Sri Maharsi dan Yuliani Mulyadi (2007) dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa Shared value (SV) terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepercayaan pengguna pada internet banking (TRU). Komunikasi antara pengguna dengan internet banking (COM) terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepercayaan pengguna pada internet banking (TRU). Pengontrolan terhadap kemungkinan bank melakukan penipuan terhadap pengguna internet banking (OBC) terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kepercayaan pengguna pada internet banking (TRU). Kepercayaan pengguna pada internet banking (TRU) terbukti memberikan pengaruh yang signifikan terhadap loyalitas pengguna untuk menggunakan internet banking (LYL).
Dalam penelitian ini mengambil obyek penelitian pada 6 bank yang ada di kota Semarang antara lain : Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Niaga, Bank Internasional Indonesia (BII), Bank Permata dan Bank Mega. Teknik pengambilan sampel yang diguna¬kan adalah sampling accdental dimana pengambilan sampel dilakukan berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data.
Berdasarkan pernyataan-pernyataan di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan penelitian dengan judul “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT NASABAH MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INTERNET BANKING DI KOTA SEMARANG”.
II. Pembatasan dan Perumusan Masalah
2.1. Pembatasan Masalah
Untuk pelaksanaan penelitian, maka terlebih dahulu penulis akan menentukan apa sebenarnya yang akan diteliti. Agar sasaran pembahasan disini dapat tercapai, maka disini penulis hanya akan mengungkapkan pembatasan masalah penelitian antara lain :
1. Responden dalam penelitian ini yaitu nasabah 6 bank yang ada di kota Semarang yang menggunakan fasilitas internet banking antara lain : Bank Central Asia (BCA), Bank Mandiri, Bank Niaga, Bank Internasional Indonesia (BII), Bank Permata dan Bank Mega dan masih aktif menjadi nasabah hingga sekarang.
2. Variabel bebas penelitian dibatasi pada dimensi kemampuan nasabah menggunakan komputer (Computer Self Efficacy-CSE), persepsi nasabah terhadap manfaat internet banking (Perceived Usefulness-PU), persepsi nasabah terhadap kemudahan menggunakan internet banking (Perceived Ease of Use-PEU), persepsi nasabah terhadap kredibilitas internet banking (Perceived Credibility-PC). Dan variabel terikat penelitian yaitu minat nasabah menggunakan internet banking (Behavioral Intention-BI).
2.2. Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Bagaimana pengaruh kemampuan nasabah menggunakan komputer terhadap minat nasabah menggunakan internet banking ?
2. Bagaimana pengaruh persepsi nasabah terhadap manfaat internet banking terhadap minat nasabah menggunakan internet banking ?
3. Bagaimana pengaruh persepsi nasabah terhadap kemudahan menggunakan internet banking terhadap minat nasabah menggunakan internet banking ?
4. Bagaimana pengaruh persepsi nasabah terhadap kredibilitas internet banking terhadap minat nasabah menggunakan internet banking ?
III. Tujuan Penelitian
Berdasarkan permasalahan di atas, maka tujuan penelitian ini antara lain :
1. Untuk menganalisis pengaruh kemampuan nasabah menggunakan komputer terhadap minat nasabah menggunakan internet banking.
2. Untuk menganalisis pengaruh persepsi nasabah terhadap manfaat internet banking terhadap minat nasabah menggunakan internet banking.
3. Untuk menganalisis pengaruh persepsi nasabah terhadap kemudahan menggunakan internet banking terhadap minat nasabah menggunakan internet banking.
4. Untuk menganalisis pengaruh persepsi nasabah terhadap kredibilitas internet banking terhadap minat nasabah menggunakan internet banking.
IV. Kegunaan Penelitian
Dari penelitian ini diharapkan akan memberikan kegunaan sebagai berikut:
1. Bagi penulis, penelitian ini merupakan salah satu langkah dalam mengembangkan, menerapkan serta melatih berpikir secara alamiah sehingga dapat memperluas wawasan apabila kelak menghadapi masalah yang erat hubungannya dengan masalah minat nasabah menggunakan internet banking.
2. Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi bank yang menerapkan internet banking sebagai bahan pertimbangan untuk menarik minat nasabah dengan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat nasabah menggunakan internet banking.
3. Bagiu pembaca, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah informasi dan pengetahuan yang berkaitan dengan minat nasabah menggunakan internet banking.
V. Hipotesis
Hipotesis adalah pernyataan yang masih lemah kebenarannya dan masih perlu dibuktikan kebenarannya. Hipotesis dalam penelitian ini antara lain :
H1 : Diduga ada pengaruh yang signifikan dan positif antara kemampuan nasabah menggunakan komputer terhadap minat nasabah menggunakan internet banking.
H2 : Diduga ada pengaruh yang signifikan dan positif antara persepsi nasabah terhadap manfaat internet banking terhadap minat nasabah menggunakan internet banking.
H3 : Diduga ada pengaruh yang signifikan dan positif antara persepsi nasabah terhadap kemudahan menggunakan internet banking terhadap minat nasabah menggunakan internet banking.
H4 : Diduga ada pengaruh yang signifikan dan positif antara persepsi nasabah terhadap kredibilitas internet banking terhadap minat nasabah menggunakan internet banking